Gubernur Sherly Penuhi Janji Bantuan untuk Warga Lapas
Gubernur Maluku Utara di Lapas Anak dalam rangka PHI 2025
KBRN, Ternate: Peringatan Hari Ibu ke-97 dimaknai secara substantif oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Maluku Utara Bangkit”, Gubernur melakukan kunjungan kemanusiaan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II dan Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Rabu (17/12/2025).
Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menghadirkan keadilan sosial dan perlindungan bagi kelompok rentan, khususnya anak dan perempuan yang tengah menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sherly didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Maluku Utara Rusni Sarbin, Ketua Dharma Wanita Daerah (DWD) Darmawati Samsuddin, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Maluku Utara, Khairia.
Tidak sekadar bersilaturahmi, Gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada anak binaan, antara lain 15 unit komputer, 15 unit tempat tidur susun lengkap dengan kasur, enam kipas angin, 30 set seragam olahraga, serta satu unit Smart TV. Selain itu, turut disalurkan bantuan susu bagi ibu hamil dan ibu menyusui di Lapas Perempuan.
Bantuan tersebut merupakan realisasi komitmen Gubernur yang sebelumnya disampaikan saat peringatan Hari Anak Nasional pada Juli 2025 lalu.
“Hari ini kita mengunjungi Lapas Anak dan Lapas Perempuan sekaligus menyerahkan bantuan. Ada tempat tidur, kasur, alat-alat masak, serta sarana belajar agar mereka memiliki keterampilan tambahan setelah keluar dari Lapas,” ujar Gubernur Sherly kepada rri.co.id.
Sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, Sherly Tjoanda juga menyampaikan pesan motivasi yang kuat dan emosional kepada anak-anak binaan serta para perempuan. Ia meminta mereka untuk tidak berkecil hati ketika kembali ke tengah masyarakat, meski mungkin menghadapi stigma atau pandangan negatif.
“Pada dasarnya semua orang punya salah. Yang terpenting adalah kita memberi ruang bagi mereka untuk menata hidup kembali, menjadi berdaya, disiplin, dan bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, setelah kembali, para ibu-ibu ini bisa memberikan nilai positif di lingkungan masing-masing,” ucapnya.
Kunjungan ini sekaligus mencerminkan pendekatan pembangunan manusia yang inklusif, dengan menempatkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai fondasi kebangkitan Maluku Utara. Pemerintah provinsi menegaskan komitmennya untuk terus hadir, tidak hanya bagi mereka yang berada di ruang-ruang publik, tetapi juga bagi warga binaan yang tengah menata ulang masa depan mereka.
Oleh: WAHYUDI YAHYAEditor: Thuraiqiyyah Syamsudin
sumber berita: https://rri.co.id/ternate/daerah/2048589/gubernur-sherly-penuhi-janji-bantuan-untuk-warga-lapas