DP3A Maluku Utara Laksanakan Trauma Healing bagi Anak dan Masyarakat Terdampak Gempa di Mayau



Trauma healing Mayau

Pulau Mayau — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Mayau, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, pada 11 April 2026.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respon cepat pemerintah daerah dalam memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana gempa bumi berkekuatan 7.6 SR yang mengguncang wilayah Maluku Utara.

Diketahui, gempa tersebut disertai ratusan kali gempa susulan yang menimbulkan rasa takut dan trauma di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, tim Psikologi DP3A Maluku Utara mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti permainan kelompok, ice breaking, serta kegiatan edukatif yang bertujuan mengurangi rasa cemas dan meningkatkan kembali keceriaan anak-anak di lokasi pengungsian.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Anak-anak terlihat aktif berpartisipasi, mulai dari permainan lingkaran hingga aktivitas kebersamaan di area tenda pengungsian. Kegiatan ini juga menjadi ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan perasaan mereka pascagempa.

Trauma healing merupakan bagian penting dari penanganan pascabencana, khususnya untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan. 

Melalui kegiatan ini, DP3A Maluku Utara berharap anak-anak dan masyarakat dapat kembali merasa aman, nyaman, dan perlahan pulih dari trauma akibat bencana, sehingga dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya perlindungan perempuan dan pemenuhan hak anak dalam situasi darurat bencana.